A. Lahirnya Kolonialisme-Imperialisme Barat

1. Faktor Utama: Gold, Gospel, Glory

a. Gold: adanya prospek ekonomi di dunia timur serta keinginan untuk berdagang secara langsung dengan     dunia timur.

1). Faktor pertamanya adalah adanya keinginan bangsa Eropa untuk berdagang secara langsung dengan dunia timur hal ini tidak terlepas dari kondisi ekonomi politik Eropa pada waktu itu yang dapat digambarkan dalam dua hal berikut:
2). Faktor Kedua (konstatinopel), konstatinopel adalah kota tempat barang-barang berharga dari dunia timur ramai diperdagangkan. Barang-barang itu diantaranya emas, perak rempah-rempah, gading, batu mulia dan sutra. Di kota milik kekaisaran Romawi ini, bangsa-bangsa barat membeli barang-barang tersebut dari pedagang perantara atau (middlaman) seperti saudagar Arab dan pedagang dari Asia tengah. Orang-orang barat menjual kembali barang-barang tersebut di Eropa dengan harga yang lebih mahal. Dari sini mereka perlahan-lahan mengenal kekayaan dari dunia timur. Perkembangannya, bangsa-bangsa barat terutama Portugis merasa bahwa keuntungan dari perdagangan akan bertambah besar jika mereka berdagang secara langsung dengan sumbernya dan tidak melalui pedagang perantara di konstantinopel. Itu berarti, mereka harus datang sendiri ke India, Asia tengah, Cina, Indonesia, Afrika Utara dan sebagainya. Hal inilah yang melahirkan serangkaian eksplorasi ekspedisi dan penjelajahan ke dunia timur yaitu ke Asia dan Afrika, oleh bangsa-bangsa barat pada abad ke-15 dengan Portugis sebagai pelopornya.
3). Faktor Ketiga, Berkembangnya paham merkantilisme di Eropa : Merkantilisme adalah teori ekonomi yang menyatakan bahwa kesejahteraan suatu negara ditentukan oleh banyaknya aset atau modal yang dimiliki serta besarnya volume perdagangan global suatu negara. Aset ekonomi atau modal negara itu berupa jumlah mineral berharga berupa emas perak, dan komoditas lainnya yang dimiliki oleh negara. Modal ini bisa diperbesar jumlahnya dengan meningkatkan ekspor dan sedapat mungkin mencegah impor sehingga neraca perdagangan dengan negara lain selalu positif. Kebijakan ekonomi yang bekerja dengan mekanisme seperti inilah yang dinamakan dengan sistem ekonomi merkantilisme. Merkantilisme berkembang pada abad ke-15 sampai abad ke-17 dan dianut oleh banyak negara di Eropa termasuk Portugis, Spanyol, Inggris, Perancis dan Belanda. Awalnya mereka berdagang dengan sesama bangsa Eropa untuk mencapai tujuan tersebut negara-negara Eropa berupaya memonopoli jalur perdagangan penting di antara mereka sendiri. Lambat laun negara-negara Eropa tersebut mengarahkan perhatiannya pada sumber logam mulia dan komoditas berharga lain di luar Eropa. Satu sama lain bersaing mendapatkan emas dan perak sebanyak-banyaknya di luar Eropa. Itulah cikal bakal lahirnya imperalisme kolonialisme ke negara-negara Asia-Afrika- Amerika Selatan. Selanjutnya selain logam mulia rempah-rempah seperti cengkeh dan pala menjadi incaran negara-negara yang menganut kebijakan merkantilisme itu.

b. Gospel: menyebarkan agama Nasrani.

Faktor utama lainnya adalah adanya keinginan untuk menyebarkan agama nasrani ke seluruh dunia.
Portugis dan Spanyol adalah negara yang dilandasi agama Katolik. Raja-rajanya sangat taat terhadap paus, pemimpin Gereja Katolik seluruh dunia. bagi mereka, taat kepada paus pun dalam hal yang terkait dengan politik, dianggap identik dengan taat kepada Tuhan paus diyakini sebagai wakil Tuhan di dunia. Maka, kita dapat memahami bahwa salah satu misi penjelajahan Portugis ini adalah menyebarkan agama nasrani itulah sebabnya juga dalam setiap penjelajahan dan pendudukkan pelaut-pelaut Portugis dan Spanyol mengikutsertakan banyak misionaris Katolik.

c. Glory: mencapai kejayaan sebagai bangsa.

Sebagai bangsa yang lama dikuasai oleh bangsa moor Portugis ingin bangkit dan membuktikan kepada bangsa-bangsa lain bahwa Portugis mampu membangun bangsanya dengan kekuatannya sendiri. Semangat untuk mencapai kejayaan sebagai bangsa itulah yang melahirkan era penjelajahan samudra yang dipelopori oleh Portugis sendiri. Di tempat-tempat baru yang didudukinya, misalnya Portugis menancapkan padraw, suatu batu prasasti berukuran besar yang bergambar lambang kerajaan Portugal. Selain sebagai simbol tercapainya perjanjian kerjasama ekonomi-politik dengan penguasa lokal, pemasangan padraw juga merupakan simbol bahwa wilayah yang dipasangi padraw berada di bawah kekuasaan dan perlindungan Portugis.

2. Faktor-faktor pendukung

a. Adanya penemuan baru dalam berbagai bidang termasuk dalam bidang teknologi maritim seperti Kompas, navigasi, kartografi (pembuatan peta) dan caravel (perahu cepat berukuran kecil yang bisa melawan arah angin). Dengan kata lain, ketika penjelajahan samudra dimulai, Eropa menikmati apa yang disebut abad penemuan atau abad ke-15 sampai abad ke-17. Jatuhnya konstantinopel menginspirasi abad penemuan sebab orang Eropa lalu berpikir keras menemukan jalur dan pusat perdagangan rempah-rempah yang baru.
b. Para penjelajah ini juga didorong oleh idealisme pribadi titik penemuan galileo-galilei bahwa dunia itu bulat misalnya membuat para penjelajah merasa penasaran dan tertantang untuk membuktikannya sendiri titik rasa penasaran dan idealisme pribadi itu diperkuat oleh kisah perjalanan yang ditulis Marcopolo antara tahun 1271-1292 yang kemudian disatukan dalam bentuk buku berjudul the travels of Marcopolo atau dalam versi italianya ll Milione ("The Million"). Buku ini mengisahkan tentang keajaiban dan kemakmuran wilayah dunia di timur, Asia, Persia, Cina dan Indonesia. Pertama kali diterbitkan tahun 1477 Christopher Columbus konon membaca buku ini secara rinci dan penuh perhatian.
c. Portugis dan Spanyol menjadi tempat pengungsian pengusaha dan pekerja terampil asal konstantinopel ketika kota ini dikuasai oleh kesultanan Ottoman pada 1453. Sebagian dari mereka ahli dalam ekonomi termasuk seluk beluk perdagangan di Asia dan Afrika, dan bahkan juga ahli dalam bidang maritim. Alih pengetahuan dari para "pengungsi" asal konstantinopel ini ikut membantu kedua negara itu melakukan perluasan wilayah-wilayah baru di luar daratan Eropa dan Mediterania.

3. Faktor pemicu: jatuhnya konstantinopel pada tahun 1453

Jalan untuk mencapai ke-3 tujuan terutama itu gold gospel glory terbuka lebar ketika pada tahun 1453 konstantinopel dikuasai oleh bangsa Turki Usmani atau Ottoman. Sultan mehmed II (1432 - 1481) penguasa Ottoman, menghambat pedagang Eropa beroperasi di daerah kekuasaannya. Akibatnya satu-satunya akses orang Eropa melalui darat ke Asia terputus, yang tentu sangat mempengaruhi lalu lintas serta volume perdagangan rempah-rempah. Hal ini mempengaruhi ekonomi Eropa termasuk Portugis. Oleh karena itu, bangsa barat yang dipelopori Portugis berusaha keras mencari sumber dan rute baru mendapatkan rempah-rempah.
Masa ketika orang-orang Eropa (Portugis dan kemudian Spanyol) melakukan perjalanan ke wilayah timur ini dikenal dengan sebutan era penjelajahan samudra, yang berlangsung pada tahun 1450 - 1650. Pada tahun 1488 Bartolomeu Dias berlayar menyusuri pantai barat Afrika. Ia mengitari Tanjung harapan. Diaz bermaksud terus berlayar sampai ke India, namun terpaksa kembali lagi karena awak kapalnya menolak melanjutkan perjalanan titik dalam pelayaran pulang itulah ia berlabuh di sebuah Tanjung bebatuan di Afrika Selatan yang menghadap samudra Atlantik, yang kemudian disebut Tanjung harapan titik dengan berlabuh di Tanjung tersebut ia akhirnya mengetahui bahwa:
1). Berlayar mengitari Afrika dari barat ke timur itu mungkin hanya dengan mengitari Tanjung tersebut.
2). Dengan mengitari Tanjung bebatuan tersebut para pelaut dapat mencapai India dan wilayah timur lain melalui laut.
Francisco de Almeida (ca. 1450-1510) pada tahun 1505 Portugis menancapkan kekuasaan politik di India almeida diangkat menjadi wakil pemerintah Portugis di India. Pelaut Portugis yang erat kaitannya dengan kolonialisme imperialisme Eropa di Indonesia adalah afonso de albuquerque (1453-1515). Iya menaklukkan goa, India, pada tahun 1510 dari Gowa ia melebarkan sayap ke nusantara.


B. KOLONIALISME IMPERIALISME BARAT (EROPA) DI INDONESIA

0 komentar:

Posting Komentar