B. Kolonialisme Imperialisme Barat (Eropa) Di Indonesia


1. Masuknya Bangsa Portugis ke Indonesia

Portugis masuk ke nusantara di bawah pimpinan pelaut terkenal itu afonso de Albuquerque (1453-1515). Afonso arsitek utama ekspansi Portugis ke Asia serta orang Eropa pertama yang memulai kolonisasi Eropa selama berabad-abad atas Nusantara.
Sasaran pertama ekspedisi militernya adalah Malaka titik ia tiba di tempat tersebut pada awal Juli 1511, dan pada tanggal 10 Agustus 1512, Portugis menjalin komunikasi dengan kerajaan Pajajaran (bercorak Hindu) untuk menandatangani perjanjian dagang, terutama lada. Perjanjian dagang tersebut kemudian diwujudkan pada tahun 1522 dalam bentuk dokumen kontrak.
Portugis melakukan ekspedisi ke daerah utama penghasil rempah-rempah yaitu Maluku pada tahun 1512 ekspedisi ini dipimpin oleh utusan Albuquerque bernama Antonio de abreu dan francisco serrao. Mereka membuang sauh atau berlabuh di kepulauan Banda dan kepulauan penyu, dan Ternate. Mereka juga merintis poros perdagangan ternate-malaka-goa-lisbon.
Di Ternate Portugis menjalin persekutuan dengan kesultanan Ternate. Ternate berkepentingan untuk menerima Portugis yaitu untuk mengimbangi Tidore sejak kemunculannya pada pertengahan abad ke-13 kesultanan Ternate dan Tidore sudah berebut hegebon hegemoni. Ternate merangkul Portugis pada tahun 1512 sedangkan Tidore bersekutu dengan Spanyol pada tahun 1522.

2. Masuknya Bangsa Spanyol ke Indonesia

Bangsa Spanyol berada di Indonesia dari tahun 1521 - 1529. Terlebih dahulu masuk ke Filipina melalui Ferdinand Magellan, Spanyol berhasil mencapai kepulauan Maluku pada tahun 1521 di bawah pimpinan Sebastian Del Cano. Pelaut-pelaut Spanyol kemudian membangun persekutuan dengan kesultanan Tidore. Kesultanan Tidore yang lama terlibat persaingan ekonomi dan politik dengan kesultanan Ternate memerlukan sekutu untuk mengimbangi Ternate yang sudah lebih dahulu bersekutu dengan Portugis.
Kedatangan Spanyol di Tidore membuat Portugis merasa terganggu. Maka terjadilah konflik di antara kedua negara tersebut untuk menyelesaikan konflik, Portugis dan Spanyol melakukan perundingan di sarogosa, Spanyol pada tahun 1529. Hasilnya adalah Spanyol harus meninggalkan Maluku untuk kemudian mendapatkan Filipina dan Portugis tetap berkuasa di Maluku.

3. Masuknya Bangsa Belanda ke Indonesia

Pada tanggal 2 April 1595 berangkatlah ekspedisi pertama Belanda di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. rombongan tiba di Banten pada bulan Juni 1596. Rombongan ini gagal menancapkan kaki di nusantara karena mendapat resistensi yang kuat dari kesultanan Banten terutama karena sikap rombongan yang angkuh dan kasar meskipun demikian ekspedisi perdana ini berjasa membuka rute ke Indonesia bagi Belanda.
Ekspedisi kedua terjadi dalam kurun waktu 1598 - 1600, di bawah pimpinan J.C.van neck. Tidak seperti ekspedisi pertama, van neck disambut dengan baik oleh Sultan Banten alasannya politis beberapa bulan sebelumnya Banten terlibat perang dengan Portugis yang merugikan Banten oleh karena itu Belanda diharapkan menjadi sekutu mereka melawan Portugis.
Van Neck kemudian memerintahkan sebagian kapal untuk berlayar ke Maluku, di bawah pimpinan Wybrand Van warwyck, mereka tiba di Ambon pada tahun 1599 lalu ke Ternate dan kepulauan Banda. Baik di Ternate maupun di Banda Belanda disambut dengan sangat baik. Penduduk wilayah ini sudah lama kecewa dengan kebijakan Portugis memonopoli perdagangan rempah-rempah. kondisi ini dimanfaatkan oleh Belanda pada tahun 1605 Belanda berhasil memaksa Portugis menyerahkan pertahanannya di Ambon pada tahun 1623 kepulauan Banda dikuasai. sejak saat itu Belanda sepenuhnya memonopoli perdagangan rempah-rempah di kepulauan Maluku.

C. VEREENIGDE OOSTINDISCHE COMPAGNIE (VOC) 1602 - 1709

0 komentar:

Posting Komentar